Posttest Gambaran Pemeriksaan SI
Sebutkan
4 saja dari 7 dan jelaskan mengapa dibutuhkan pengendalian dan audit komputer.
Jawab :
1.
Pencegahan terhadap biaya organisasi untuk data yang hilang
Kehilangan
data dapat terjadi karena ketidakmampuan pengendalian terhadap pemakaian
komputer. Kelalaian dengan tidak menyediakan backup yang memadai terhadap file
data, sehingga kehilangan file dapat terjadi karena program komputer yang
rusak, adanya sabotase, atau kerusakan normal yang membuat file tersebut tidak
dapat diperbaiki sehingga akhirnya membuat kelanjutan operasional organisasi
menjadi terganggu.
2.
Pengambilan keputusan yang tidak sesuai
Membuat
keputusan yang berkualitas tergantung pada kualitas data yang akurat dan
kualitas dari proses pengambilan keputusan itu sendiri. Pentingnya data yang
akurat bergantung kepada jenis keputusan yang akan dibuat oleh orang – orang
yang berkepentingan di suatu organisasi.
3.
Penyalahgunaan komputer
Penyalahgunaan
komputer memberikan pengaruh kuat terhadap pengembangan EDP audit maka untuk
dapat memahami EDP audit diperlukan pemahaman yang baik terhadap beberapa kasus
penyalahgunaan komputer yang pernah terjadi.
4.
Nilai dari perangkat keras komputer, perangkat lunak dan personel
Disamping
data, hardware dan software serta personel komputer juga merupakan sumber daya
yang kritikal bagi suatu organisasi, walaupun investasi hardware perusahaan
sudah dilindungi oleh asuransi, tetapi kehilangan hardware baik terjadi karena
kesengajaan maupun ketidaksengajaan dapat mengakibatkan gangguan. Jika software
rusak akan mengganggu jalannya operasional dan bila software dicuri maka
informasi yang rahasia dapat dijual kepada kompetitor. Personel adalah sumber
daya yang paling berharga, mereka harus dididik dengan baik agar menjadi tenaga
handal dibidang komputer yang profesional.
Pretest Gambaran Pemeriksaan SI
Jelaskan
yang dimaksud dengan Audit Sistem Informasi.
·
Audit sistem informasi atau
Information System Audit disebut juga EDP Audit (Electronc Data Processing
Audit) / Computer audit merupakan suatu proses dikumpulkannya data dan
dievakuasinya butki untuk menetapkan apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi
sudah diterapkan dan menerapkan sistem pengendalian, internal yang sudah
sepadan, seluruh aktiva dilindungi dengan baik atau disalahgunakan dan juga
terjamin integrita data, keandalan dan juga efektifitas dan efisiensi
penyelenggaraan informasi berbasis komputer.
Pengertian
Audit Sistem Informasi Menurut Para Ahli
Berikut
ini adalah definisi dari audit sistem informasi menurut ahlinya.
·
Alvin A. Arens dan James K.
Loebbecke
Pengertian
audit sistem informasi menurut Alvin A. Arens dan James K. Loebbecke adalah
auditing is the accumolation and evaluation of evidence about information to
determite and report on the degree of correspondence between the information
and establishe criteria. Examining ought to be finished by a skillfull
autonomous individual.
·
Ron Weber (1999)
Pengertian
audit sistem informasi menurut Ron Weber adalah System information auditing is
the process of collecting and evaluating evidence to determite whether a
computer system safeguards assets, maintains data integrity, allows
organizational goals to the achived effectively and uses resources efficiently.
Artinya Audit sistem informasi adalah proses mengumpulkan dan mengavaluasi
fakta untuk memutuskan apakah sistem komputer yang merupakan aset perusahaan
terlindungi, integritas data terpelihara, sesuai dengan tujuan organisasi untuk
mencapai efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.
Posttest COBIT
Adakah tools lain untuk melakukan audit TI (Teknologi Informasi)? Jika ada sebutkan.
Jawab :
IT Audit Tools (Software)
Tool-tool yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan
Audit Teknologi Informasi. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan tool-tool
tersebut memang sangat membantu Auditor Teknologi Informasi dalam menjalankan
profesinya, baik dari sisi kecepatan maupun akurasinya.
Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu
dalam pelaksanaan audit teknologi informasi
a. ACL
ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT
(Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan
analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software
TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan
pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan
Data Elektronik.
b. Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted
Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa
data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front
end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak
dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang
baik hingga Librari Python numerik.
Berikut ini beberapa kegunaannya :
· Menganalisis data keungan, data karyawan
· Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam databse
· Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs,
dan record sistem login
· Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks
database
· Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam
sistem produksi.
c. Powertech Compliance Assessment
Powertech
Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan
untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to
libraries, user security, system security, system auditing dan administrator
rights (special authority) sebuah serverAS/400.
d. Nipper
Nipper merupakan audit automation software yang dapat
dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.
Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.
e. Nessus
Nessus merupakan
sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan
untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan
yang digunakan dalam sebuah perusahaan
f. Metasploit
Metasploit
Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang
digunakan untuk mencari celah keamanan.
g. NMAP
NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security
auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi
jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi
ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal
peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik
Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk
tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer,
pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk
membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk
menggenerasikan dan merespon (NPING)
h. Wireshark
Wireshark
merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia,
Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas
yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri
dan lembaga pendidikan.
Pretest COBIT
Apa yang Anda ketahui mengenai COBIT (Control Ojective for Information and Related Technology)?
Jawaban :
Control Objectives for
Information anda related Technology (COBIT, edisi ke-3) ialah sekumpulan
dokumentasi best practices untuk tata kelola TI yang dapat membantu auditor,
manajemen dan pengguna (user) untuk menjembatani gap antara resiko bisnis
kebutuhan kontrol untuk permasalahan teknis.
COBIT
bisa diartikan sebagai tujuan pengendalian informasi dan teknologi terkait dan
merupakan standar pengendalian terhadap teknologi informasi yang dikembangkan
dan dipromosikan oleh IT Governance Istetute.
Pedoman
COBIT memungkinkan perusahaan untuk mengimplementasikan pengelolah TI secara efektif
dan pada dasarnya dapat diterapkan di seluruh organisasi. Khususnya, komponen
manajemen COBIT yang berisi sebuah respon kerangka kerja untuk kebutuhan
manajemen bagi pengukuran dan pengendalian TI dengan menyediakan alat-alat
untuk menilai dan mengukur kemampuan TI perusahaan untuk 34 proses TI.
Kerangka Kerja COBIT
COBIT
menyediakan referensi best business practices yang mencakup keseluruhan proses
bisnis perusahaan dan memaparkannya dalam struktur aktivitas-aktivitas logis
yang dapat dikelola serta dikendalikan secara efektif.
Secara
keseluruhan konsep framework COBIT dapat dilihat dari 3 sudut pandang, yaitu:
- Kriteria informasi
- Sumber daya TI
- Proses TI.
1. Kriteria Informasi
COBIT menkan Information Risk Criteria menjadi 7 bagian kriteria informasi yaitu sebagai berikut:
COBIT menkan Information Risk Criteria menjadi 7 bagian kriteria informasi yaitu sebagai berikut:
- Effectiveness
- Efficiency
- Confidentiality
- Integrity
- Availability
- Compliance
- Realibility
2. Sumber Daya TI
Sumber
daya TI ialah sumber daya yang berkaitan dengan teknologi informasi. Adapaun
sumber daya yang terdapat dalam COBIT meliputi:
- Organizations – People
- Application Sistems
- Technologies
- Facilities
- Data
Domain COBIT
Kerangka
kerja COBIT terdiri dari pengendalian tingkat tinggi pada sasaran hasil
keseluruhan struktur klasifikasinya. Dasar teori untuk klasifikasi adalah 3
tingkatan usaha pengaturan TI yang menyangkut manajemen sumber daya TI. Mulai
dari dasar adalah aktivitas dan tugas yang diperluaskan untuk mencapai hasil
yang terukur.
Kemudian
proses adalah menggambarkan 1 lapisan atas serangkaian tugas atau aktivitas
yang dihubungkan dengan perubahan (pengendalian). Ditingkatan yang paling
tinggi, proses secara alami dikelompokkan bersama-sama ke dalam domain.
Pengelompokkan
ini sering ditetapkan sebagai tanggung jawab dalam struktur organisasi dan
sejalan dengan siklus manajemen atau siklus hidup yang digunakan pada proses
TI,
Agar
supaya informasi yang tersedia memenuhi tujuan dari organisasi, sumber daya TI
memerlukan pengaturan untuk proses TI menjadi beberapa group proses.
Masing-masing group proses diberi nama Domain. Setiap domain terdiri dari
beberapa proses. Secara garis besar, COBIT framework terdiri atas 4 domain
utama, yaitu
1. Planning dan
Organisation
Menggabungkan prosedur dan strategi
diidentifikasi dengan bagaimana IT terbaik dapat menambah pencapaian
tujuan bisnis asosiasi, membentuk hubungan yang layak dengan dasar inovasi
besar.
Support
PO1 Tentukan rencana teknologi informasi strategis
PO2 Tentukan arsitektur informasi
PO3 Tentukan arah teknologi
PO4 Tentukan organisasi TI dan hubungan
PO5 Mengelola investasi di bidang teknologi informasi
PO6 Berkomunikasi tujuan manajemen dan arah
PO7 Mengelola sumber daya manusia
PO8 Memastikan kepatuhan dengan persyaratan eksternal
PO9 Menilai risiko
PO10 Mengelola proyek
PO11 Mengelola kualitas
PO2 Tentukan arsitektur informasi
PO3 Tentukan arah teknologi
PO4 Tentukan organisasi TI dan hubungan
PO5 Mengelola investasi di bidang teknologi informasi
PO6 Berkomunikasi tujuan manajemen dan arah
PO7 Mengelola sumber daya manusia
PO8 Memastikan kepatuhan dengan persyaratan eksternal
PO9 Menilai risiko
PO10 Mengelola proyek
PO11 Mengelola kualitas
2. Acquire and Implement
Ranah ini meliputi pengidentifikasian
kebutuhan TI, kepemiliian teknologi dan implementasi ke dalam proses bisnis
perusahaan saat ini. Ranah ini juga ditujukan untuk pengembang rencana
perawatan yang perusahaan harus miliki dengan tujuan memperpanjang sistem TI
dan komponen-komponennya.
Support
AI1 Mengidentifikasi solusi otomatis
AI2 Memperoleh dan memelihara perangkat lunak aplikasi
AI3 Memperoleh dan memelihara infrastruktur teknologi
AI4 Mengembangkan dan memelihara prosedur IT
AI5 Memenuhi Sumber Data TI
AI6 Mengelola perubahan
AI2 Memperoleh dan memelihara perangkat lunak aplikasi
AI3 Memperoleh dan memelihara infrastruktur teknologi
AI4 Mengembangkan dan memelihara prosedur IT
AI5 Memenuhi Sumber Data TI
AI6 Mengelola perubahan
AI7 Instalasi dan
mengakreditasi sistem beserta perubahannya
3.
Delivery and Support
Pada
ranah ini berfokus pada aspek hasil keluaran dari IT. Ranah ini meliputi area
seperti pengeksekusian aplikasi disala sistem IT dan hasilnya dan juga proses
dukungan yang memungkinkan eksekusi sistem TI yang efektif dan efisien. Proses
dukungan ini meliputi pelatihan dan issu keamanan.
Support
DS1 mendefinisikan dan mengelola tingkat layanan
DS2 Mengelola layanan pihak ketiga
DS3 Mengelola kinerja dan kapasitas
DS4 Memastikan layanan yang berkelanjutan
DS5 Pastikan sistem keamanan
DS6 Mengidentifikasi dan mengalokasikan biaya
DS7 Mendidik dan melatih pengguna
DS8 Mengelola service dan insiden
DS9 Mengelola konfigurasi
DS10 Mengelola permasalahan
DS11 Mengelola Data
DS12 Mengelola Fasilitas
DS13 Mengelola operasi
DS2 Mengelola layanan pihak ketiga
DS3 Mengelola kinerja dan kapasitas
DS4 Memastikan layanan yang berkelanjutan
DS5 Pastikan sistem keamanan
DS6 Mengidentifikasi dan mengalokasikan biaya
DS7 Mendidik dan melatih pengguna
DS8 Mengelola service dan insiden
DS9 Mengelola konfigurasi
DS10 Mengelola permasalahan
DS11 Mengelola Data
DS12 Mengelola Fasilitas
DS13 Mengelola operasi
4. Monitoring and Evaluate
Ranah ini berhubungan dengan strategi
perusahaan dalam mengacces kebutuhan perusahaan dan apakah sistem TI yang ada
saat ini masih memenuhi tujuan desainnya dan control yang dibutuhkan terhadap
kebutuhan relugasi.
Support
M1 Mengawasi dan mengevaluasi kinerja TI
M2 Mengawasi dan mengevaluasi control internal
M3 Memastikan pemenuhan terhadap kebutuhan eksternal
M4 Menyediakan tata kelola TI
M2 Mengawasi dan mengevaluasi control internal
M3 Memastikan pemenuhan terhadap kebutuhan eksternal
M4 Menyediakan tata kelola TI
Posttest Kendali dan Audit Sistem Informasi (KASI)
Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang
diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi
dalam kegiatan TI khusus. Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan!
Jawab:
Pengendalian
TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud
yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.
Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan.
- Integritas Sistem adalah sebuah sistem yang di dalamnya terdiri atas pilar-pilar yang mana di dalamnya terdapat pelaksanaan yang menjunjung tinggi integritas demi institusi tersebut.
- Manajemen Sumber Daya adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
- Pengendalian Perubahan Software Aplikasi dan Software Sistem
- Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap software aplikasi dan software sistem
- Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasi serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.
- Backup dan Recovery
- Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
- Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).
- Contigency Planning
- Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman terhadap fasilitas pemrosesan SI
- Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem software dan sebagainya.
- System Software Support
- Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari software sistem operasi, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan software aplikasi dengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya.
- Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security).
- Dokumentasi
- Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan software sistem.
- Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi.
- Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.
- Pelatihan atau Training
- Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya.
- Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan.
- Administrasi
- Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang digunakan.
- Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.
- Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
- Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi.
- Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan,
- Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi.
- Operasi
- Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO.
- Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi.
- Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.
- Telekomunikasi
- Review terhadap logical and physical access controls,
- Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI).
- Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.
- Program Libraries
- Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development.
- Terdapat review atas prosedur quality assurance.
- Application Support
- Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem.
- Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI.
- Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan.
- Microcomputer Controls
·
Pembatasan yang
ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi,
produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik
terhadap microcomputer yang dimiliki,
·
Serta pembuatan
daftar inventaris atas hardware, software, serta legalitas dari
software untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.
Referensi
:
Pretest Kendali dan Audit Sistem Informasi (KASI)
Pengendalian internal telah mengalami perubahan
dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep 'proses pencapaian tujuan'.
Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut?
Jawab:
Pengendalian
internal telah mengalami perubahan dari konsep “ketersediaan pengendalian” ke
konsep “proses pencapaian tujuan”. Berikut ini penjelasannya.
Pada pokok
permasalahannya, proses pencapaian tujuan ini melibatkan pengendalian TI
khusus. Pengendalian TI ini bisa didefinisikan sebagai pernyataan hasil yang
diinginkan atau maksud yang ingin dicapai sesuai dengan prosedur pengendalian
TI khusus.
Adapun tujuan pengendalian internal adalah:
1.
Memeriksa
ketelitian dan kebenaran data yang menghasilkan laporan-laporan yang dapat
diandalkan.
2.
Efektivitas dan
efesiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan organisasi secara
keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumber daya yang tersedia.
3.
Membantu agar
tidak terjadi penyimpangan terhadap hokum dan peraturan yang berlaku.
4.
Mengamankan
harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia.
Pengendalian internal memiliki dua macam pendekatan;
A.
Pendekatan
Statis
1.
Berdasarkan
pertimbangan pada pembagian wewenang didalam pengelolaan perusahaan atau
entitas pada masa lalu yang bersifat sentralisasi.
2.
Metoda
sentralisasi artinya bahwa intelektualitas berada pada pucuk pimpinan
perusahaan. Semakin rendah posisi seseorang, maka semakin sedikit
pengetahuannya tentang pencapaian tujuan perusahaan atau hanya sekedar
menjalankan perintahnya saja.
3.
Pendekatan
statis ini akan berorientasi pada sistem yang dapat dengan mudah ditelusuri
keberadaannya.
B.
Pendekatan
Dinamis
1.
Pengendalian
internal sebagai sebuah proses.
2.
Konsep ini
terkait dengan perubahan metoda pengelolaan sumber daya pada organisasi yang
bersangkutan.
3.
Perubahan
metoda pengelolaan tersebut adalah metoda pengelolaan manajemen melalui
kekuasaan ke metoda pengelolaan manajemen melalui tujuan.
4.
Hal tersebut
didorong oleh:
-
Peningkatan
kualitas SDM, sehingga intensitas (penggunaan berlebihan) pengendalian intern
dapat dikurangi.
-
Spesialisasi,
dapat meningkatkan kinerja seseorang.
-
Kepuasan kerja
dapat meningkatkan produktivitas.
-
Persaingan yang
ketat membutuhkan pengembilan keputusan yang cepat.
Berdasarkan
perkembangan di bidang SDM tersebut, konsep pengendalian intern mengalami
perubahan dari konsep ketersediaan pengendalian intern beralih ke konsep proses
pencapaian tujuan.
Dari konsep baru
tersebut, intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, melainkan
terletak di lapisan bawah. Mereka yang dekat dengan konsumenlah yang paling
mengerti kebutuhan pasar. Peran manager diperlukan sebagai konduktor untuk
menjaga keseimbangan permintaan dari konsumen dan juga kegiatan yang dilakukan
oleh bagian operasional. Manager tersebut harus memiliki pengetahuan teknis
seperti pegawai biasanya, untuk mengatur aktivitas operasional agar berjalan
dengan seharusnya.