Pretest COBIT
Apa yang Anda ketahui mengenai COBIT (Control Ojective for Information and Related Technology)?
Jawaban :
Control Objectives for
Information anda related Technology (COBIT, edisi ke-3) ialah sekumpulan
dokumentasi best practices untuk tata kelola TI yang dapat membantu auditor,
manajemen dan pengguna (user) untuk menjembatani gap antara resiko bisnis
kebutuhan kontrol untuk permasalahan teknis.
COBIT
bisa diartikan sebagai tujuan pengendalian informasi dan teknologi terkait dan
merupakan standar pengendalian terhadap teknologi informasi yang dikembangkan
dan dipromosikan oleh IT Governance Istetute.
Pedoman
COBIT memungkinkan perusahaan untuk mengimplementasikan pengelolah TI secara efektif
dan pada dasarnya dapat diterapkan di seluruh organisasi. Khususnya, komponen
manajemen COBIT yang berisi sebuah respon kerangka kerja untuk kebutuhan
manajemen bagi pengukuran dan pengendalian TI dengan menyediakan alat-alat
untuk menilai dan mengukur kemampuan TI perusahaan untuk 34 proses TI.
Kerangka Kerja COBIT
COBIT
menyediakan referensi best business practices yang mencakup keseluruhan proses
bisnis perusahaan dan memaparkannya dalam struktur aktivitas-aktivitas logis
yang dapat dikelola serta dikendalikan secara efektif.
Secara
keseluruhan konsep framework COBIT dapat dilihat dari 3 sudut pandang, yaitu:
- Kriteria informasi
- Sumber daya TI
- Proses TI.
1. Kriteria Informasi
COBIT menkan Information Risk Criteria menjadi 7 bagian kriteria informasi yaitu sebagai berikut:
COBIT menkan Information Risk Criteria menjadi 7 bagian kriteria informasi yaitu sebagai berikut:
- Effectiveness
- Efficiency
- Confidentiality
- Integrity
- Availability
- Compliance
- Realibility
2. Sumber Daya TI
Sumber
daya TI ialah sumber daya yang berkaitan dengan teknologi informasi. Adapaun
sumber daya yang terdapat dalam COBIT meliputi:
- Organizations – People
- Application Sistems
- Technologies
- Facilities
- Data
Domain COBIT
Kerangka
kerja COBIT terdiri dari pengendalian tingkat tinggi pada sasaran hasil
keseluruhan struktur klasifikasinya. Dasar teori untuk klasifikasi adalah 3
tingkatan usaha pengaturan TI yang menyangkut manajemen sumber daya TI. Mulai
dari dasar adalah aktivitas dan tugas yang diperluaskan untuk mencapai hasil
yang terukur.
Kemudian
proses adalah menggambarkan 1 lapisan atas serangkaian tugas atau aktivitas
yang dihubungkan dengan perubahan (pengendalian). Ditingkatan yang paling
tinggi, proses secara alami dikelompokkan bersama-sama ke dalam domain.
Pengelompokkan
ini sering ditetapkan sebagai tanggung jawab dalam struktur organisasi dan
sejalan dengan siklus manajemen atau siklus hidup yang digunakan pada proses
TI,
Agar
supaya informasi yang tersedia memenuhi tujuan dari organisasi, sumber daya TI
memerlukan pengaturan untuk proses TI menjadi beberapa group proses.
Masing-masing group proses diberi nama Domain. Setiap domain terdiri dari
beberapa proses. Secara garis besar, COBIT framework terdiri atas 4 domain
utama, yaitu
1. Planning dan
Organisation
Menggabungkan prosedur dan strategi
diidentifikasi dengan bagaimana IT terbaik dapat menambah pencapaian
tujuan bisnis asosiasi, membentuk hubungan yang layak dengan dasar inovasi
besar.
Support
PO1 Tentukan rencana teknologi informasi strategis
PO2 Tentukan arsitektur informasi
PO3 Tentukan arah teknologi
PO4 Tentukan organisasi TI dan hubungan
PO5 Mengelola investasi di bidang teknologi informasi
PO6 Berkomunikasi tujuan manajemen dan arah
PO7 Mengelola sumber daya manusia
PO8 Memastikan kepatuhan dengan persyaratan eksternal
PO9 Menilai risiko
PO10 Mengelola proyek
PO11 Mengelola kualitas
PO2 Tentukan arsitektur informasi
PO3 Tentukan arah teknologi
PO4 Tentukan organisasi TI dan hubungan
PO5 Mengelola investasi di bidang teknologi informasi
PO6 Berkomunikasi tujuan manajemen dan arah
PO7 Mengelola sumber daya manusia
PO8 Memastikan kepatuhan dengan persyaratan eksternal
PO9 Menilai risiko
PO10 Mengelola proyek
PO11 Mengelola kualitas
2. Acquire and Implement
Ranah ini meliputi pengidentifikasian
kebutuhan TI, kepemiliian teknologi dan implementasi ke dalam proses bisnis
perusahaan saat ini. Ranah ini juga ditujukan untuk pengembang rencana
perawatan yang perusahaan harus miliki dengan tujuan memperpanjang sistem TI
dan komponen-komponennya.
Support
AI1 Mengidentifikasi solusi otomatis
AI2 Memperoleh dan memelihara perangkat lunak aplikasi
AI3 Memperoleh dan memelihara infrastruktur teknologi
AI4 Mengembangkan dan memelihara prosedur IT
AI5 Memenuhi Sumber Data TI
AI6 Mengelola perubahan
AI2 Memperoleh dan memelihara perangkat lunak aplikasi
AI3 Memperoleh dan memelihara infrastruktur teknologi
AI4 Mengembangkan dan memelihara prosedur IT
AI5 Memenuhi Sumber Data TI
AI6 Mengelola perubahan
AI7 Instalasi dan
mengakreditasi sistem beserta perubahannya
3.
Delivery and Support
Pada
ranah ini berfokus pada aspek hasil keluaran dari IT. Ranah ini meliputi area
seperti pengeksekusian aplikasi disala sistem IT dan hasilnya dan juga proses
dukungan yang memungkinkan eksekusi sistem TI yang efektif dan efisien. Proses
dukungan ini meliputi pelatihan dan issu keamanan.
Support
DS1 mendefinisikan dan mengelola tingkat layanan
DS2 Mengelola layanan pihak ketiga
DS3 Mengelola kinerja dan kapasitas
DS4 Memastikan layanan yang berkelanjutan
DS5 Pastikan sistem keamanan
DS6 Mengidentifikasi dan mengalokasikan biaya
DS7 Mendidik dan melatih pengguna
DS8 Mengelola service dan insiden
DS9 Mengelola konfigurasi
DS10 Mengelola permasalahan
DS11 Mengelola Data
DS12 Mengelola Fasilitas
DS13 Mengelola operasi
DS2 Mengelola layanan pihak ketiga
DS3 Mengelola kinerja dan kapasitas
DS4 Memastikan layanan yang berkelanjutan
DS5 Pastikan sistem keamanan
DS6 Mengidentifikasi dan mengalokasikan biaya
DS7 Mendidik dan melatih pengguna
DS8 Mengelola service dan insiden
DS9 Mengelola konfigurasi
DS10 Mengelola permasalahan
DS11 Mengelola Data
DS12 Mengelola Fasilitas
DS13 Mengelola operasi
4. Monitoring and Evaluate
Ranah ini berhubungan dengan strategi
perusahaan dalam mengacces kebutuhan perusahaan dan apakah sistem TI yang ada
saat ini masih memenuhi tujuan desainnya dan control yang dibutuhkan terhadap
kebutuhan relugasi.
Support
M1 Mengawasi dan mengevaluasi kinerja TI
M2 Mengawasi dan mengevaluasi control internal
M3 Memastikan pemenuhan terhadap kebutuhan eksternal
M4 Menyediakan tata kelola TI
M2 Mengawasi dan mengevaluasi control internal
M3 Memastikan pemenuhan terhadap kebutuhan eksternal
M4 Menyediakan tata kelola TI
Posttest Kendali dan Audit Sistem Informasi (KASI)
Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang
diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi
dalam kegiatan TI khusus. Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan!
Jawab:
Pengendalian
TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud
yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.
Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan.
- Integritas Sistem adalah sebuah sistem yang di dalamnya terdiri atas pilar-pilar yang mana di dalamnya terdapat pelaksanaan yang menjunjung tinggi integritas demi institusi tersebut.
- Manajemen Sumber Daya adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
- Pengendalian Perubahan Software Aplikasi dan Software Sistem
- Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap software aplikasi dan software sistem
- Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasi serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.
- Backup dan Recovery
- Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
- Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).
- Contigency Planning
- Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman terhadap fasilitas pemrosesan SI
- Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem software dan sebagainya.
- System Software Support
- Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari software sistem operasi, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan software aplikasi dengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya.
- Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security).
- Dokumentasi
- Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan software sistem.
- Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi.
- Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.
- Pelatihan atau Training
- Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya.
- Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan.
- Administrasi
- Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metoda job accounting dan/atau charge out yang digunakan.
- Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.
- Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
- Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi.
- Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan,
- Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi.
- Operasi
- Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO.
- Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi.
- Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.
- Telekomunikasi
- Review terhadap logical and physical access controls,
- Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI).
- Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.
- Program Libraries
- Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development.
- Terdapat review atas prosedur quality assurance.
- Application Support
- Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem.
- Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI.
- Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan.
- Microcomputer Controls
·
Pembatasan yang
ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi,
produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik
terhadap microcomputer yang dimiliki,
·
Serta pembuatan
daftar inventaris atas hardware, software, serta legalitas dari
software untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.
Referensi
:
Pretest Kendali dan Audit Sistem Informasi (KASI)
Pengendalian internal telah mengalami perubahan
dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep 'proses pencapaian tujuan'.
Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut?
Jawab:
Pengendalian
internal telah mengalami perubahan dari konsep “ketersediaan pengendalian” ke
konsep “proses pencapaian tujuan”. Berikut ini penjelasannya.
Pada pokok
permasalahannya, proses pencapaian tujuan ini melibatkan pengendalian TI
khusus. Pengendalian TI ini bisa didefinisikan sebagai pernyataan hasil yang
diinginkan atau maksud yang ingin dicapai sesuai dengan prosedur pengendalian
TI khusus.
Adapun tujuan pengendalian internal adalah:
1.
Memeriksa
ketelitian dan kebenaran data yang menghasilkan laporan-laporan yang dapat
diandalkan.
2.
Efektivitas dan
efesiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan organisasi secara
keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumber daya yang tersedia.
3.
Membantu agar
tidak terjadi penyimpangan terhadap hokum dan peraturan yang berlaku.
4.
Mengamankan
harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia.
Pengendalian internal memiliki dua macam pendekatan;
A.
Pendekatan
Statis
1.
Berdasarkan
pertimbangan pada pembagian wewenang didalam pengelolaan perusahaan atau
entitas pada masa lalu yang bersifat sentralisasi.
2.
Metoda
sentralisasi artinya bahwa intelektualitas berada pada pucuk pimpinan
perusahaan. Semakin rendah posisi seseorang, maka semakin sedikit
pengetahuannya tentang pencapaian tujuan perusahaan atau hanya sekedar
menjalankan perintahnya saja.
3.
Pendekatan
statis ini akan berorientasi pada sistem yang dapat dengan mudah ditelusuri
keberadaannya.
B.
Pendekatan
Dinamis
1.
Pengendalian
internal sebagai sebuah proses.
2.
Konsep ini
terkait dengan perubahan metoda pengelolaan sumber daya pada organisasi yang
bersangkutan.
3.
Perubahan
metoda pengelolaan tersebut adalah metoda pengelolaan manajemen melalui
kekuasaan ke metoda pengelolaan manajemen melalui tujuan.
4.
Hal tersebut
didorong oleh:
-
Peningkatan
kualitas SDM, sehingga intensitas (penggunaan berlebihan) pengendalian intern
dapat dikurangi.
-
Spesialisasi,
dapat meningkatkan kinerja seseorang.
-
Kepuasan kerja
dapat meningkatkan produktivitas.
-
Persaingan yang
ketat membutuhkan pengembilan keputusan yang cepat.
Berdasarkan
perkembangan di bidang SDM tersebut, konsep pengendalian intern mengalami
perubahan dari konsep ketersediaan pengendalian intern beralih ke konsep proses
pencapaian tujuan.
Dari konsep baru
tersebut, intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, melainkan
terletak di lapisan bawah. Mereka yang dekat dengan konsumenlah yang paling
mengerti kebutuhan pasar. Peran manager diperlukan sebagai konduktor untuk
menjaga keseimbangan permintaan dari konsumen dan juga kegiatan yang dilakukan
oleh bagian operasional. Manager tersebut harus memiliki pengetahuan teknis
seperti pegawai biasanya, untuk mengatur aktivitas operasional agar berjalan
dengan seharusnya.
Tugas Audit TI dan Keamanan Komputer
1.
Jelaskan
apa kaitannya antara audit TI dan keamanan komputer!
·
Audit
mungkin dilakukan dalam suatu jenis operasional perusahaan, compliance,
pengembangan sistem, pengawasan intern, keuangan, dan audit kecurangan.
Beberapa tipe dari audit yaitu :
·
Audit
operasional mempunyai kaitan dengan efisiensi dan efektivitas dengan mana semua
sumber daya yang digunakan untuk memenuhi tugas, seperti halnya tingkat untuk
praktek dan memeriksa prosedur sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.
·
Audit
complience mempunyai kaitan dengan tingkat hukum, peraturan bidang pemerintah,
kendali, dan kewajiban lain ke badan eksternal yang telah diikuti.
·
Audit
manajemen proyek dan audit kontrol mempunyai kaitan dengan efisiensi dan dengan
mana berbagai tahap dari jalan kehidupan pengembangan sistem sedang
diselenggarakan.
·
Audit
internal control mempunyai kaitan dengan mengevaluasi struktur pengendalian
intern.
·
Audit
keuangan mempunyai kaitan dengan kewajaran laporan keuangan yang menyajikan
posisi keuangan perusahaan, hasil operasi, dan arus kas.
·
Audit
penipuan (fraud) adalah suatu audit non-recurring yang diselenggarakan untuk
mengumpulkan bukti, untuk menentukan jika penipuan sedang terjadi, telah
terjadi, atau akan terjadi, dan untuk memecahkan perihal dengan tanggung jawab
penyematan.
2.
Apa
yang dimaksud dengan aspek availability, integrity, dan confidentiality!
Ø Availability
Availability merupakan aspek yang
menjamin bahwa data tersedia ketika dibutuhkan. Dapat dibayangkan efek yang
terjadi ketika proses penawaran sedang dilangsungkan ternyata sistem tidak
dapat diakses sehingga penawaran tidak dapat diterima. Ada kemungkinan
pihak-pihak yang dirugikan karena tidak dapat mengirimkan penawaran,
misalnya.Hilangnya layanan dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari benca
alam (kebakaran, banjir, gempa bumi), ke kesalahan sistem (server rusak, disk
rusak, jaringan putus), sampai ke upaya pengrusakan yang dilakukan secara sadar
(attack). Pengamanan terhadap ancaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem
backup dan menyediakan disaster recovery center (DRC) yang dilengkapi dengan
panduan untuk melakukan pemulihan (disaster recovery plan).
Ø Integrity
Integrity merupakan aspek yang
menjamin bahwa data tidak boleh berubah tanpa ijin pihak yang berwenang
(authorized). Untuk aplikasi e-procurement, aspek integrity ini sangat penting.
Data yang telah dikirimkan tidak dapat diubah oleh pihak yang berwenang.
Pelanggaran terhadap hal ini akan berakibat tidak berfungsinya sistem
e-procurement.Secara teknis ada banyak cara untuk menjamin aspek integrity ini,
seperi misalnya dengan menggunakan messange authentication code, hash function,
digital signature.
Ø Confidentiality
Confidentiality merupakan aspek yang
menjamin kerahasiaan data atau informasi. Sistem yang digunakan untuk
mengimplementasikan e-procurement harus dapat menjamin kerahasiaan data yang
dikirim, diterima dan disimpan. Bocornya informasi dapat berakibat batalnya
proses pengadaan.Kerahasiaan ini dapat diimplementasikan dengan berbagai cara,
seperti misalnya menggunakan teknologi kriptografi dengan melakukan proses
enkripsi (penyandian, pengkodean) pada transmisi data, pengolahan data
(aplikasi dan database), dan penyimpanan data (storage). Teknologi kriptografi
dapat mempersulit pembacaan data tersebut bagi pihak yang tidak
berhak.Seringkali perancang dan implementor dari sistem informasi atau sistem
transaksi elektronik lalai dalam menerapkan pengamanan. Umumnya pengamanan ini
baru diperhatikan pada tahap akhir saja sehingga pengamanan lebih sulit
diintegrasikan dengan sistem yang ada. Penambahan pada tahap akhir ini
menyebabkan sistem menjadi tambal sulam. Akibat lain dari hal ini adalah adanya
biaya yang lebih mahal daripada jika pengamanan sudah dipikirkan dan
diimplementasikan sejak awal.Akses terhadap informasi juga harus dilakukan
dengan melalui mekanisme otorisasi (authorization) yang ketat. Tingkat keamanan
dari mekanisme otorisasi bergantung kepada tingkat kerahasiaan data yang
diinginkan.
3.
Berikan
contoh audit TI yang berkaitan dengan aspek availability!
Hilangnya layanan dapat disebabkan
oleh berbagai hal, mulai dari benca alam (kebakaran, banjir, gempa bumi), ke
kesalahan sistem (server rusak, disk rusak, jaringan putus), sampai ke upaya
pengrusakan yang dilakukan secara sadar (attack). Pengamanan terhadap ancaman
ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem backup dan menyediakan disaster
recovery center (DRC) yang dilengkapi dengan panduan untuk melakukan pemulihan
(disaster recovery plan).
Sumber
;http://budi.paume.itb.ac.id/articles/e-procurement-security.doc