MANUSIA DAN KEINDAHAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Didalam
diri setiap makhluk hidup, terutama manusia selalu menginginkan sebuah
keindahan. Sesuatu yang terlihat bagus, cantik, elok dan sebagainya. manusia
menginterpretasikan keindahan sangat luas, seluas keanekaragaman manusia
dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, social dan budaya.
Diantaranya pemandangan, rumah, tatanan, perabotan, suara, hasil seni bahkan
manusia itu sendiri. Karena itu keindahan dapat dikatakan merupakan bagian hidup
dari manusia.
Keindahan
identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan.
Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang
selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah.
Karena itu tiruan lukisan. Monalisa tidak indah, karena dasarnya tidak benar.
Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut
konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya
mengenai objek yang diungkapkan.
Keindahan
juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu
dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
1.2 RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan
latar belakang diatas maka dapat diambil rumusan masalah, diantaranya:
A.
Pengertian
dari keindahan ?
B.
Apa
sebab manusia menciptakan keindahan?
C.
Pengertian
dari renungan dan teori-teorinya ?
D.
Pengertian
dari keserasian ?
E.
Hubungan
antara manusia dan keindahan
1.3 MAKSUD
DAN TUJUAN
Maksud
dan tujuan dari pembahasan makalah ini, yaitu agar manusia dapat mengetahui apa
itu keindahan serta dapat menginterpretasikan keindahan itu dengan baik sesuai
dengan teori dan pendukungnya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN DARI KEINDAHAN
Kata keindahan
berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan
sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni,
pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna,
dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran dan kebenaran
identik dengan keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaotu abadi,
dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran
berarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan monalisa tidak indah, karena
dasarnya tidak indah. Keindahan juga bersifat Universal, artinya tidak terikat
oleh selera perorangan. Waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
Menurut
cakupanya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas
abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Disamping itu
terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni:
A. Keindahan Dalam Arti Luas
A. Keindahan Dalam Arti Luas
Merupakan
pengertian semula dari bangsa yunani dulu ynag didalamnya tercakup
pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan
hukum yang indah, sedang aris toteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu
yang selain baik juga menyenangkan. Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya
adalah: keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, keindahan
intelektual
B. Keindahan
Dalam Arti Estetika Murni
Menyangkut
pengalaman estetis dari seseorang dalam hubunganya dalam segala
sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan
sehingga hanya menyangkut benda-benda yang diserapnya dengan penglihatan,
yakni berupa keindahan dari bentuk warna.
C. Kontemplansi Dan
Ekspansi
Keindahan
dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa.Keindahan yang didasarkan
pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi
adalah dasar dalm diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi
adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati
sesuatu yang indah. Apa bila kedua dasar uini digabungka dengan bentuk diluar
diri manusia, maka akan terjadi penilaiaan bahwa sesuatu itu indah. Apa bila
kontemplasi dan ekstensi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi
itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan. Sedangkan ekstansi itu
merupakan faktor pendorong untuk mersakn, menikmati keindahan,. Karena drajad
kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan
terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda. Bagi seorang seniman selera
seni lebih dominan dibandingkan dengan orang bukan seniman. Bagi orang bukan
seniman mungkin faktor ekstansi lebih menonjol. Jadi ia lebih suka menimati
karya seni dari pada menciptakan karya seni. Dengan kata lain ia hanya mampu
menikmati keindahan tetapi tidak mampu menciptakan keindahan.
2.2 SEBAB MANUSIA
MENCIPTAKAN KEINDAHAN
Keindahan itu pada
dasarnya adalah sesuatu yang alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa
keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah atinya wajar, tidak berlebihan dan juga
tidak kurang. Jika ada seseorang artis yang berperan dengan ekspresi yang
berlebihan atau tidak punya ekspresi
tentunya ini bukan keindahan yang sebenarnya, karena keindahan yang sebenarnya
adalah yang apa adanya, tidak dibuat-buat, tidak kurang maupun tidak
lebih. Pengungkapan keindahan pada
sesuatu adalah bagaimana kita mengkondisikannya dengan motivasi tertentu dan
dengan maksud tertentu.
Motivasi dan tujuan itu juga
bermacam-macam. Motivasi dapat berupa sebuah pengalaman atapun kenyataan
mengenai hal-hal yang pernah kita alami,
mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan perubahan nilai dan moral dalam
masyarakat, emngenai keagungan Tuhan,dll. Sedangkan tujuan itu sendiri dilihat
dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan manusia secara
kodrat. Berikut ini merupakan beberapa alasan mengenai tujuan dan motivasi seseorang
menciptakan keindahan :
1.
Tata niai yang telah usang
Tata nilai yang ada dalam adat
istiadatsudah tidak sesuai dengan kedaan sehingga dirasakan sehingga dirasakan
sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. Hal inilah
yang dianggap mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat sehingga dapat
dikatakan sudah tak indah lagi. Oleh karena itulah manusia menciptakan nilai
nilai keindahan baru yang bersifat menghargai dan mengankat martabat manusia.
2.
Kemerosotan zaman
Keadaan yang merendahkan derajat dan
nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral.kemerosotan moral dapat
kita ketahui dari tingkah laku maupun perbuatan manusia yang sudah rusak
terutama mengenai tentang kebutuhan seksual. Hal yang seperti inilah dapat
dikatakan sudah tidak indah. Oleh karena itulah hal yang tidak indah semacam
ini perlu dihilangkan dengan mengungkapkan protes lewat karya seni, contohny
adalah sajak buatan WS rendra yang berjudul “Bersatulah Pelacur-Pelacur
Jakarta”.
3.
Penderitaan Manusia
Banyak faktor yang membuat manusia itu
mederita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor dari dalam dirinya
sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin
berkuasa, tamak, tidak berhati-hati, dsb. Oleh karena itu, keadaan yang
demikian sudah tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan. Karena nilai
nilai manusia yang telah terabaikan dan sudah dapat dikatakan tidak indah lagi.
Yang tidak indah seperti itu yang harus dihapuskan karena tidak bermanfaat bagi
manusia.
4.
Keagungan Tuhan
Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui
keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian kejadian alam yang
pernah terjadi. Keindahan alam merupakan sesuatu yang mutlak ciptaan Tuhan dan
tidak ada satupun makhluk yang dapat menciptakan hal yang serupa. Karena tidak
dapat menciptakan hal serupa, oleh karena itulah manusia hanya bisa meniru
keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Hal itulah juga yang menginspirasi
Leonardo da Vinci yang menciptakan karya seni lukisan fenomenal Monalisa karena
terinspirasi dari keindahan makhluk
ciptaan Tuhan.
2.3 PENGERTIAN
RENUNGAN DAN TEORI-TEORINYA
Renungan
berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan
sesuatu dengan dalam-dalam. Teori yang digunakan dalam renungan, dintaranya:
A. Teori Pengungkapan
Seni adalah suatu
pengungkapan dari perasaan manusia. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal
ialah filsufi Italia BENDETO CROCE (1886-1952)
Dengan karyanya yang
telah diterjemahkan kedalam bahasa inggris. Beliau antara lain menyatakan bahwa
seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan. Expression sama dengan intuition.
Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan
entang hal-hal individuil yang menghasilkan gambaran angan-angan. Dengan
demikian pengungkapan itu berwujud berbagai gambaran angan-angan seperti
misalnya images warna, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti
menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan keluar.
B.
Teori Metafisik
Teori seni yang
bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari
plato yang karya-karya tulisanya untuk sebagian membahas estetik filsafati,
konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan
suatu teori peniruan. Ini sesuai dengan metafisika plato yang mengendalikan adanya
dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai taraf kuasa ilahi. Dalam jaman
modern suatu teori seni lainya yang juga bercorak meta fisis dikemukakan olem
filsufi ARTHUR SCHOPENHAUR (1788-1860). Menurut beliau seni adalah suatu bentuk
dari pemahaman terhadap realita. dan realita yang sejati adalah suatu keinginan
yang sementara.
C.
Teori Psikologis
Teori psikologis lebih
luas cakupannya dibanding teori sebelumnya yaitu teori biologis dan psikologis,
karena teori ini dipengaruhi oleh biologi dan sosiologi. Oleh karena itu
psikologis pada lansia tidak dapat dipisahkan dari pengaruh biologis dan
sosiologis. Ketika seseorang menua secara psikologis, berbagai perubahan
adaptif terjadi yang membantu seseorang untuk menerima beberapa perubahan biologis.
Beberapa mekanisme adaptif meliputi memori, kapasitas belajar, perasaan, fungsi
intelektual, dan motivasi untuk melakukan atau tidak melakkan suatu aktivitas.
Oleh karena itu, penuaan psikologis tidak hanya meliputi perubahan tingkah lalu
tetapi juga aspek perkembangan yang berhubungan dengan hidup seorang lansia.
Berdasarkan teori ini,
masing-masing individu memiliki hirarki internal
kebutuhan yang
memotivasi semua tingkah lalu manusia. Kebutuhan manusia ini memiliki perbedaan
urutan prioritas.
2.4 PENGERTIAN
KESERASIAN
Keserasian
yaitu perpaduan antara dua objek entah itu benda ataupun makhluk hidup yang
berbeda namun berjalan dan bergerak ataupun terlihat sangat indah sehingga
banyak mata yang ingin melihat,karena perbedaan nya yang mebuat objek tersebut
menjadi Indah.Apabila di pisahkan maka tidak akan terlihat indah.
Keserasian sendiri berasal dari kata
cocok,dan sesuai benar.Keserasian erat sangkut pautnya dengan
perpaduan.keserasian mempunya 2 teori yaitu:
A. Teori Objektif dan Subjektif
The Liang Gie dalam
bukunya garis besar estetika menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ada dua
teori, yakni teori obyektif dan teori subyektif
Teori objektif
berpendapat, bahwa keindahan adalah sifat yang memang telah melekat pada bentuk
indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.
Teori subjektif
menyatakan bahwa ciri-ciri yang meciptakan keindahan itu tidak ada, yang ada
hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda. Adanya
keindahan semata-mata tergantung pada penyerapan dari si pengamat itu. Kalaupun
dinyatakan bahwa suatu benda mempunyai nilai estetik sebagai tanggapan terhadap
bendah indah itu.
B. Teori Perimbangan
Dalam arti yang
terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka,
keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa
keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari
daya hidup, penggembaraan, dan pelimpahan.
2.5 HUBUNGAN
ANTARA MANUSIA DENGAN KEINDAHAN
Manusia
memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tersebut
dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri
(rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah
(nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu
yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki
keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri)
dalam ruang renungannya, dengan akal pikiran manusia melakukan kontemplasi
komprehensif guna mencari nilai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu
penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan
salah satu indikator dari keindahan.
Sesuai
dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau
keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi
jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untuk menciptakan
kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi
bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak
lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada
hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia, karena dengan keindahan itu
manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana keindahan itu perasaan (kemanusiaannya)
tidak terganggu.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari
pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa :
. Manusia pada
hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Keindahan, karena keindahan
merupakan kebutuhan bagi manusia untuk kehidupannya.
. Keindahan dalam arti
luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Keindahan
Dalam arti estetika murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam
hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Keindahan dalam arti
terbatas mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut
benda-benda yang dapat diserap dengan Indera Penglihatan, yakni berupa
keindahan bentuk dan warna.
. Keindahan memiliki segi kualitas dan
kuantitasnya tersendiri sesuai dengan pemikiran manusia, dan keindahan memiliki
arti yang universal.
. Untuk menciptakan
suatu keindahan, kita bisa mengetahui tentang keserasian (perpaduan dari dua
objek yang indah dilihat).
3.4 Saran
Dengan pembahasan
makalah tentang manusia dan keindahan ini, dapat menambah wawasan kita tentang
keindahan sesuai dengan teorinya dan dapat mengimplementasikan sebuah keindahan
dari segi positif yang ada pada saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
Nugroho, Widyo dan
Muchji Achmad. 1996. Ilmu Budaya Dasar.Penerbit:Gunadarma
P. Suyadi. Drs. 1984. Materi
Pokok IBD. Penerbit:Depdikbud. Jakarta
Dr.M.Munandar
Solaeman. 2005. Ilmu Budaya Dasar : Suatu
pengantar. Penerbit:Refika Aditama
MANUSIA DAN CINTA KASIH
MAKALAH MANUSIA dan CINTA KASIH
Bab 1 Pendahuluan
- Latar Belakang
Cinta merupakan pengalaman yang sangat menarik yang pernah kita alami dalam hidup ini. Sangat disesali, orang pada umumnya masih bingung akan apakah cinta itu sesungguhnya. Kebingungan mereka semakin bertambah ketika dunia perfileman memperkenalkan arti cinta yang salah dimana penekanan akan cinta selalu dititik beratkan pada perasaan dan cerita romantika.
Dari jaman dulu sampai sekarang hakikat cinta kasih masih menjadi perbincangan yang tidak dibatasi secara jelas dengan makna yang luas pula. Walaupun, sulit juga untuk diungkapkan dan diingkari bahwa cinta adalah salah satu kebutuhan hidup manusia yang cukup fundamental. Begitu fundamentalnya sampai-sampai membawa Khalil Gibran, seorang punjagga terkenal, berpendapat bahwa “Cinta hanyalah sebuah kemisterian”. Cinta sangat erat dalam kehidupan dan tidak bias di pisahkan dalam kehidupan. Tidak pernah selintas pun orang berpikir bahwa cinta itu tidak penting. Mereka haus akan cinta, mereka butuh akan cinta.
Kendati pun demikian, hampir setiap orang tidak pernah berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu. Padahal berpikir tentang apa dan bagaimana cinta itu, cinta bisa diibaratkan sebagai suatu seni yang sebagaimana bentuk seni lainnya sangat memerlukan pengetahuan dan latihan untuk bisa menggapainya.
Begitupun dengan kasih sering sekali kita terkecoh bahkan sulit untuk membedakan cinta dan kasih itu sendiri. Oleh karena itu, penulis sangat tertarik mengambil judul makalah Manusia dan Cinta Kasih, agar dapat membantu kita semua untuk lepas dari ketidak jelasan Cinta Kasih yang selalu menjadi bahan perenungan, diskusi, cerita yang tidak pernah ada akhirnya.
- Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka berikut penulis akan merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
- Apakah pengertian cinta kasih tersebut?
- Apa sajakah macam-macam cinta itu menurut ajaran agama?
- Apakah pengertian kasih sayang?
- Bagaimana cara mewujudkan cinta kasih ?
- Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan pembahasan makalah ini, yaitu berdasarkan rumusan masalah diatas .
- Untuk memahami makna cinta kasih
- Untuk mengetahui macam-macam cinta menurut ajaran agama
- Untuk memahami makna kasih sayang
- Untuk cara mewujudkan rasa cinta kasih dan sayang agar hidup tentram dan damai tercapai
Bab II Pembahasan
2.1 Pengertian Cinta Kasih
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian cinta kasih, yaitu :
- Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan J.S. Purwodarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada), ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hamper sama sehingga kata kasih dapat dikatakan lebih memperkuat rasa cinta. Oleh karena itu, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
- Erich Fromm (1983: 24-27) dalam bukunya Seni Mencintai menyebutkan bahwa cinta itu terutama member, bukan menerima, dan member merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam member adalah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyertakan unsure-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan.
- Sarlito W. Sarwono mengemukakan bahwa cinta itu memiliki tiga unsure, yaitu ketertarikan, keintiman, dan kemesraan. Keterikatan adalah perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas hanya untuk dia. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara Anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi sehingga panggilan-panggilan formal seperti Bapak, Ibu, Saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan seperti sayang. Sedangkan kemesraan adalah adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen jika jauh dan lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang. Ketiga unsur cinta tersebut sama kuatnya, jika salah satu unsur cinta itu tidak ada maka cinta itu tidak sempurna atau dapat disebut bukan cinta.
- Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang yang dibarengi unsur terikatan, keintiman dan kemesraan (Cinta Ideal / Segitiga Cinta) di sertai dengan belas kasihan, pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab yang diartikan akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.
2.2 Macam-macam Cinta Menurut Ajaran Agama
Ada yang berpendapat bahwa etika cinta dapat dipahami dengan mudah tanpa dikaitkan dengan agama. Tetapi dalam kenyataan hidup manusia masih mendambakan tegaknya cinta dalam kehidupan ini. Di satu pihak, cinta didengkan dengan lagu dan organisasi perdamaian dunia, tetapi di pihak lain dalam praktek kehidupan cinta sebagai dasar kehidupan jauh dari kenyataan. Atas dasar ini, agama memberikan ajaran cinta kepada manusia.
Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang- kadang mencintai orang lain, atau juga istri dan anaknya, harta, atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an.
- Cinta Diri
Cinta diri erat kaitannya dengan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup,mengembangkan potensi dirinya,dan meng aktualisasikan dirinya dan ia pun mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup. Berkembang, mengaktualisasikan diri, mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya. Al –Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
“Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup.” (QS,al-Adiyat, 100:8)
“Diantara gejala lain yang menunjukkan kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialah permohonannya yang terus menerus agar dikaruniai harta, kesehatan, dan berbagai kebaikan dan kenikmatan hidup lainnya. Dan apabila tertimpa bencana, keburukan, atau kemiskinan, ia merasa putus asa dan ia mengira tidak akan bisa memperoleh karunia lagi,” (QS,Fushilat, 41:49)
Namun hendaknya cinta manusia pada dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan pada mereka.
2. Cinta kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya , ia tidak boleh tidak harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Oleh karena itu,Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberikan pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada dirinya sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, menegakkan sholat, memberikan zakat, bersedekah terhadap orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah.
Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya pada orang lain, dan dengan demikian bisa merelisasikan kebaikan individu dan masyarakat. Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada mukmin agar tidak berlebih-lebihan dalam mencintai diri sendiri.
3. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antar suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga :
“Dan diantara tanda-tanda kekuasanNya ialah Dia yang menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung, dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir.” (QS,Ar-Rum, 30:12)
Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis.
4. Cinta Keibuan
Kasih sayang itu bersumber dari cinta keibuan, yang paling asli dan yang terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya sendiri. Ibu dan anak terjalin suatu ikatan fisiologi. Seorang ibu akan memelihara anaknya dengan hati-hati penuh dengan kasih sayang dan naluri alami seorang ibu. Sedangkan menurut para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukan karena fisologis, melainkan dorongan psikis.
5. Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antar ayah dan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si ibu dan anaknya , maka para ahli ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan, melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya , karena mereka sumber kesenangan, kegembiraan baginya , kekuatan, kebanggan ,dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya setelah dia meninggal dunia.
Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah Nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta,kasih sayang, belas kasihan, untuk naik perahu agar tidak tenggelam ditelan ombak :
“…Dan Nuh memanggil anaknya – sedang anak itu berada di trmpat yang jauh terpencil – : “Hai ..anakku naiklah (kekapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang-orang yang kafir.” (QS, Yusuf, 12:84)
Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak kepada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberiaknnya kepada mereka , demi kebaikan dan kepentingan mereka sndiri.
6. Cinta Kepada Allah
Merupakan puncak cinta manusia, yang paling jernih, spiritual dan yang dapat memberikan tingkat perasaan kasih sayang yang luhur, khususnya perasaan simpatik dan sosial. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinyta menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupan dan menundukkan semua bentuk cinta yang lain. Semua tingkah laku dan tindakannya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya :
“Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar)mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS Ali Imran, 3:31)
Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjasi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada sesama manusia, hewan, semua makhluk Allah dan seluruh alam semesta.
7. Cinta Kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
2.3 Pengertian Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta yaitu perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Dalam berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduannya merupakan suatu kesatuan yang utuh. Seorang remaja menjadi frustasi, morfinis, berandalan dan sebagainya itu disebabkan karena kekurangan perhatian dan kasih sayang dalam kehidupan keluarga.
Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tuanya pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tuanya. Suatu hubungan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
2.4 Mewujudkan Cinta Kasih
Untuk dapat mewujudkan cinta kasih dan sayang dalam kehidupan agar tentram damai dan bahagia dapat dengan cara :
- Cara mewujudkan cinta pada diri sendiri
Dapat dilakukan dengan mengurus dirinya sendiri, sehingga kebutuhan jasmani dan rohani dirinya sendiri terpenuhi secara wajar. Contohnya mandi, menyisir rambut, memaka wangi- wangian, mengenakan baju yang sopan tidak melanggar adat atau norma yang ada.
1 .Cara mewujudkan cinta pada sesama manusia
Dapat dilakukan dengan perbuatan yang bersifat sosial dan kemanusian. Contohnya saling tolong menolong, kerja bakti, saling tepo seliro, Jean Henry Dunant ( 1882-1910) seorang bankir dan penulis berkebangsaan Swiss yang atas suka relanya menolong setiap orang yang menderita luka-luka dalam pertempuran Solferino (1859) mendirikan Palang Merah International (1863).
2. Cara mewujudkan cinta seksual
Dapat dilakukan apabila dilandasi dasar cinta kasih yang bertanggung jawab dan tidak melanggar adat atau norma yang ada. Contohnya cinta eotis seorang lelaki terhadap perempuan yang di sudah di ikat pernikahan di dasari percintaan.
3. Cara mewujudkan cinta keibuan
Dapat dilakukan dengan dilandasi kasih sayang ibu yang tak terhingga terhadap anaknya dari sejak dikandung, melahirkan, dan mengurus sampai menikahkan dengan tanpa pamrih sedikitpun dan doanya yang selalu menginginkan dan melihat anaknya bahagia di jauhkan dari segala kesusahan.
4. Cara mewujudkan cinta kebapakan
Dapat dilakukan dengan dilandasi rasa menghhormati, kasih sayang kepada anaknya dengan cara mencari nafkah, memerhatikan perkembangan anak, mengetahui apa yang diperlukan oleh anaknya.
5. Cara mewujudkan cinta kepada Allah
Dapat dilakukan dengan dilandasi cinta yang teramat sangat dan meniadakan Tuhan selain Allah dengan beraqidah yang kokoh dan bertaqwa atau menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan yang sudah di tentukan Nya.
6. Cara mewujudkan cinta kepada Rasul
Dapat dilandasi dengan cinta dengan mencontoh suri teladan yang baik yang ada pada diri rasul yaitu sidiq, tablig, amanah, dan fatonah yang di laksanakan setiap saat selama masih diberi kehidupan oleh sang maha hidup.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan ini dapat ditarik kesimpulan :
- Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang
- Cinta kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama lain.
- Cinta dan kasih mengandung arti yang hamper sama, tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih meupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai.
- Cinta itu mulia, bisa sangat indah, cinta itu sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.
3.2 Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga mengharapkan kritik dan saran guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini.
Daftar Pustaka
Alamsyah, M 1987. Budi Nuarani Filsafat Berikir. Jakarta :Titik Terang.
Suryadi, M.P 1985. Ilmu Budaya Dasar. Buku Materi Pokok. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka.
Poedjawijatna, I.R. 1986. Etika, Filsafat Tingkah Laku. Jakarta : Bina Aksara.
Faisal, Sanapiah dan Mappiare. Tanpa Tahun. Demensi-Demensi Psikologi. Surabaya : Usaha Nasional.
From.Erich. 1983. Seni Mencintai. Jakarta: Sinar Harapan
Muchji Achmad dan Nugroho Widyo 1996.Ilmu Budaya Dasar.Seri Diktat Kuliah Universitas Gunadarma.Depok
Coretan Tugasku
Assalamualaikum
wr.wb
Halo semuanya,di
blog saya kali ini saya akan memuat Tugas PKN untuk memenuhi syarat Ulangan
Tengah Semester Universitas Gunadarma PTA 2016-2017.
Pengalaman
menarik yang saya dapatkan ketika belajar Pendidikan Kewarganegaraan ini yaitu
pengalaman baru dalam mengkritisi Indonesia,pemerintah, dan segala macam
permasalahan yang timbul didalamnya serta mencari solusi memecahkan masalah
tersebut,yang sebelumnya tidak pernah saya dapatkan dibangku sekolah ketika belajar
pendidikan kewarganegaraan yang bisa dibilang “monoton” dan “membosankan”,bersyukur
sekali karena bisa mendapatkan dosen atau pengajar yang bisa dibilang masih
sangat muda dan pastinya mengajak kita untuk lebih kritis terhadap berbagai
persoalan dan tidak fokus hanya tertuju dengan sebuah materi pelajaran. Belajar
langsung dalam menganalisis kasus,berdiskusi,menangani contoh kasus dalam
setiap bagian sub bab dalam pendidikan kewarganegaraan membuat saya khususnya
lebih paham mengerti dan lebih medalami apa yang dibahas dalam pelajaran
tersebut, membuat saya merasa berada di sebuah gedung DPR dan memiliki tugas
untuk membahas persoalan persoalan Indonesia, hehe hayalan ini sedikit
berlebih. Lebih menarik lagi ketika pembagian kelompok kita yang berbeda-beda
jurusan belum mengenal satu sama lain disatukan dalam satu kelompok, membuat
kelas Pendidikan Kewarganegaraan ini benar benar mencerminkan “Bhineka Tunggal
Ika” yang sesunguhnya. Dan tentunya yang tidak akan saya lupakan adalah
kelompok saya menjadi kelompok terbaik ,dan menambah kesan di semester 1 ini.
Materi
yang saya akan bahas kali ini mengenai Wawasan Nusantara, dan juga Ketahanan
Nasional karena kasus yang akan saya analisis nanti adalah ketahanan nasional pada
aspek pertahanan dan keamanan negara khususnya dalam segi geografis Indonesia
dan juga Sumber Daya Alam (SDA). Mari kita bahas sedikit materi tentang wawasan
nusantara dan ketahanan nasional.
Wawasan
nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai
diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam
pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan
kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.
Ketahanan nasional (tannas) Indonesia adalah
kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional
yang terintegrasi berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan , baik yang dating dari dalam maupun
luar untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan
Negara, serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
Ketahanan
nasional adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan, dibina terus
menerus dan sinergis, mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, daerah dan
nasional bermodalkan keuletan dan ketangguhan yan mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi
tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategic yang dirancang dengan
memerhatikan kondisi bangsa dan kondisi geografi Indonesia.
Sebagai mahasiswi saya sangat
sadar pentingnya mengetahui wawasan nusantara untuk menjaga ketahanan nasional
indonesia dari segi geografis,menjaga ketahanan nasional sudah jelas tertera
dalam Pasal 30 ayat (1), Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam
usaha pembelaan negara. Dengan demikian , tugas menjaga ketahanan
nasional bukan hanya tugas para TNI,Kepolisian RI atau pemerintah saja, sebagai
mahasiswa harus memiliki peran dalam memperluas wawasan nusantara untuk turut
serta menjaga ketahanan nasional indonesia. Baiklah langsung saja ke contoh
kasus agar kita semakin paham keadaan pertahanan indonesia sekarang ini.
Contoh kasus
yang saya ambil adalah SENGKETA PULAU AMBALAT.
PULAU AMBALAT adalah salah satu bagian dari kepulauan Indonesia,
terletak di timur pulau Kalimantan. Pada Pulau Sebatik terdapat kawasan/ Blok
yang menjadi rebutan antara dua negara bertetangga, yaitu Malaysia dan
Indonesia kawasan/ blok itu adalah Ambalat. Blok Ambalat merupakan sebuah
kawasan yang kaya dengan kandungan mineral. Kandungan minyak di dalamnya
diperkirakan sebesar 421,61 juta barrell dan gas alamnya sekitar 3,3 triliyun
kaki kubik. Melihat kondisi alam yang menguntungkan dari Ambalat sudah barang
tentu setiap negara menginginkan bahwa kawasan itu menjadi bagian dari dari
negaranya. Masing-masing kedua Negara saling mengklaim blok ambalat dengan
berbagai argumen yang dimilikinya, bahwa Ambalat merupakan bagian dari
negaranya. Sampai-sampai angkatan laut dari kedua negara, tampak terlihat
bersitegang menjaga wilayahnya, meski belum terjadi kontak senjata diantara
keduanya.
AWAL MULA
TERJADINYA KASUS AMBALAT di mulai
dari adanya perjanjian kerjasama eksplorasi minyak bumi antara pihak Petronas
Malaysia dengan pihak Royal Dutch Shell yang rencananya di mulai pada tahun
2005. Perlu diketahui bahwa di Ambalat sudah ada beberapa perusahaan
minyak juga yang melakukan eksplorasi dengan perjanjian dengan pihak Indonesia,
seperti perusahaan Eunocal dari Italia, meskipun di blok yang berbeda di
Ambalat. Perjanjian antara Petronas dan Shell tentu saja menjadi pertanyaan
besar, mengapa pihak Shell melakukan perjanjian kerjasama dengan pihak
Malaysia, padahal perusahaan-perusahaan yang telah melakukan eksplorasi di
Ambalat melakukan perjanjian kerjasama dengan pihak Indonesia. Apakah kasus ini
merupakan kesengajaan dari pihak Shell, sebagai strategi merebut kawasan
eksplorasi Ambalat dengan cara mengadu domba antara kedua negara yang bertentanggaan.
Melihat kasus Ambalat, lagi-lagi ide awalnya adalah bisnis. Blok Ambalat yang
memiliki kekayaan alam berlimpah diperebutkan oleh perusahaan-perusahaan
eksplorasi minyak dunia. Langkah yang dilakukan oleh pihak Shell untuk dapat
melakukan eksplorasi di Ambalat merupakan tindakan yang tidak etis dalam
berbisnis (Un ethical behavior). Pihak Shell memanfaatkan perseteruan antara
pihak Indonesia dengan Malaysia mengenai masalah perbatasan kedua negara untuk
kepentingan perusahaannya. Sebelumnya Indonesia dan Malaysia pernah besitegang
mengenai kepemilikan kepulauan Sipadan dan Ligitan yang akhirnya dimenangkan
oleh pihak Malaysia melalui Mahkamah Internasional. Memang strategi yang
dilakukan oleh pihak Shell secara perhitungan bisnis menguntungkan, melalui
langkah ini pihak Shell dapat memperoleh kawasan eksplorasi baru yang
menguntungkan,serta dapat menyingkirkan kompetitornya seperti Eunocal, apabila
pihak Malaysia memperoleh hak kepemilikan atas Blok Ambalat.
Kasus Ambalat ini memang tak boleh disederhanakan sekadar sebagai
persoalan kedaulatan (sovereignty). Ada beragam persoalan yang ada di bawah
permukaan.
1.
Persoalan hukum terkait
dengan klaim dua pihak
Pulau-pulau
yang terletak di garis terluar negara tersebut menjadi penentu kepastian tiga
jenis batas di laut, yaitu batas teritorial laut (berhubungan dengan kepastian
garis batas di laut); batas landas kontinen (berhubungan dengan sumber daya
alam nonhayati di dasar laut); dan batas Zona Ekonomi Eksklusif (berhubungan
dengan sumber daya perikanan).
2.
Kepentingan ekonomi
Bermainnya
kepentingan bisnis internasional yang memeroleh konsesi minyak dan gas dari
kedua negara. Nama Ambalat mencuat saat Indonesia dan Malaysia memberikan
konsensi eksplorasi blok ambalat kepada dua perusahaan penambangan minyak yang
berbeda. Indonesia telah memberi izin kepada ENI (Italia) dan Unocal (AS),
sementara Shell mengantongi izin dari Malaysia.
3.
Persoalan penjagaan daerah
perbatasan yang lemah.
Pihak
Malaysia, akan tetap melanjutkan pengawasan dan penjagaan di daerah perairannya
yang terdapat minyak, termasuk daerah perbatasan yang bersebelahan dengan
negara tetangga. Dia mengatakan, penjagaan di perusahaan minyak milik Petronas,
Malaysia, akan diperketat dan perusahaan minyak yang berasal dari negara lain
menjadi tanggung jawab aparat keamanan negara tersebut untuk memastikan bahwa
negara mereka tetap aman.
Pesawat
Super King milik Malaysia sudah dua kali melewati batas wilayah udara
Indonesia. Terakhir, pesawat pengintai tersebut terbang di atas tiga kapal
perang Indonesia yang tengah berpatroli, Kamis, sekitar pukul 15.20 WITA.
Menurut dia, pesawat tersebut telah melanggar peraturan pelayaran
internasional. Bahkan, terbang selama 10 menit berputar-putar di atas kapal
perang Indonesia.
Menurut
Marsetio, tiga kapal perang Indonesia yakni KRI Nuku, KRI Wiratno, dan KRI
Rencong saat itu tengah berpatroli membentuk suatu gugus tugas. Namun, tak lama
kemudian pesawat Super King melintas di atas tiga kapal itu. Setiap kekuatan
militer asing yang melanggar perbatasan Indonesia, menurut dia, seharusnya
segera diusir. Hal itu telah diatur dalam Undang Undang (UU) No 17 Tahun 1985
tentang ratifikasi Konvensi PBB tentang Hukum Laut.
ANALISIS KASUS
AMBALAT
Jika dilihat
dari beberapa sudut pandang,
1.
Sudut pandang Indonesia :
q
Malaysia telah melanggar hukum kewilayahan NKRI
q
Malaysia tidak mau mengakui peta internasional
yang menyatakan bahwa pulau Ambalat termasuk dalam wilayah NKRI
q
Malaysia hanya mengkomunikasikan damai di
tingkat dunia tetapi pada kenyataannya nihil.
2.
Sudut pandang Malaysia
q
Indonesia mengabaikan pulau Ambalat
q
Ambalat tidak ada dalam peta kewilayahan
Indonesia
q
Ambalat masuk dalam wilayah malaysia sehingga
pihak malaysia tidak pernah melanggar batas kewilayahan Indonesia
3.
Sudut pandang saya
q
Pemerintah
lalai terhadap pulau-pulau kecil
q
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan
dan menjaga kekayaan alam juga wilayah
indonesia
Solusi dalam
menangani kasus tersebut :
- Pemetaan Kembali Titik-Titik
Perbatasan Indonesia
- Bangun Jalan (Prioritaskan
Pembangunan) di Sepanjang Perbatasan Darat
- Bangun Wilayah Baru di Dekat
Perbatasan
- Pembangunan Pangkalan Militer di
Dekat Perbatasan
- Galakkan Kembali Transmigrasi
- Pemberian Insentif Pajak
- Perkuat Diplomasi Internasional
- Pembangunan Sistem Pendidikan yang
Nasionalis
- Kontroling dan pengawasan terhadap
program yang telah disebutkan.
Mungkin cukup sekian yang dapat saya tulis,semoga dapat memenuhi tugas UTS mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ini. Dan dengan sadar saya mohon maaf jika tulisan ini masih banyak mengambil dari berbagai sumber,dan saya akan mencantumkannya sebagai wujud terimakasih. Dan jangan lupa berkomentar pada kolom komentar jika ada yang ingin ditambahkan dari apa yang sudah saya tulis.
Terimakasih banyak sudah meluangkan waktunya untuk membaca.
Wassalammualaikum wr.wb
MERDEKA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Sumber
www.artikelsiana.com/2015/04/wawasan-nusantara-pengertian-fungsi-tujuan.html
journal.ipb.ac.id/index.php/bulekokan/article/viewFile/2711/1695
https://www.youtube.com/watch?v=vJlMXjKsL9M