Posttest Manajemen Kontrol Programming


Cara  seorang  programmer  dalam  menangani  pekerjaan  mereka  sangat  berpengaruh  pada  kualitas software  yang  mereka  buat.  Alternatifnya, para programmer bisa  diorganisasikan  sebagai  satu kesatuan   team.   Mereka   bekerja   untuk   periode   waktu   tertentu   untuk   menyelesaikan   suatu proyek. Sebut dan jelaskan  struktur team yang digunakan untuk mengorganisasikan para programmer, sebutkan juga tugas masing-masing anggota team.

Jawab:

Cara seorang programmer dalam menangani pekerjaan mereka sangat berpengaruh pada kualitas software yang mereka buat alternatifnya, para programmer bisa diorganisasikan sebagai satu kesatuan tim. Mereka bekerja untuk periode waktu tertentu untuk menyelesaikan suatu proyek. dimana keputusannya dibicarakan diantara anggotanya. Hal ini sangat bermanfaat bila proyek yang ditangani sangat komplek dan tidak jelas.

Proses pengembangan, penerapan,dan implementasi dari software, untuk saat ini banyak dilakukan secara team. Dari segi audit, perhatian/tujuan utamanya adalah bahwa manajemen telah memilih struktur team dengan hati-hati dilihat dari segi proyek, tingkat kompleksitasnya, dan tingkat keterlambatan dari jadwal proyek agar kemampuan dan kualitas mereka bisa diorganisasikan dalam bentuk team dimana mereka harus bekerja.



Untuk itu ada 3 struktur team yang digunakan untuk mengorganisasikan para programmer:



1. Chief Programmer Teams

Chief programmer teams atau bisa disebut Ketua Tim Programmer memiliki struktur organisasi yang dapat dilihat pada gambar 1.





Gambar 1 Struktur Organisasi Chief Programmers Team

Berikut ini adalah tabel untuk ciri-ciri dan fungsi dari setiap bagian ketua tim programmer diatas.

Tabel 1 Fungsi dan Ciri Ketua tim programmer

Ciri-Ciri
Fungsi
Chief Programmer
1. Bertanggung jawab secara total/penuh untuk sistem dimana team bekerja
2. Harus seorang ahli
3. Seorang programmer yang sangat produktif
4. Bertanggungjawab dalam mendesain, coding, dan mengintegrasikan bagian yangkritis dalam sistem
5. Memberikan perintah kerja pada bagian back-up dan support programmers.
Back-up Programmers
1. Seorang programmer senior yang bertanggungjawabdalam memberikan dukungan penuh pada chief programmer
2. Harus bisa mengambil alih tugas chief programmer setiap saat
Support Programmers
1. Diperlukan pada saat proyek besar yang tidak bisa dikerjakan oleh chief programmer dan back-up programmer saja.
2. Menyediakan dukungan
3. Bekerja dalam pembuatan coding dan uji coba modul tingkat rendah ( testing lowerlevel)
Librarian (penyedia data)
1. Bertanggungjawab dalam perawatan program production library.
2. Menyediakan input dan mengumpulkan keluaran untuk para programmer, file output dari hasil kompilasi dan ujicoba, mempertahankan agar source code dan object-code library tetap up to date.



2. Adaptives Teams

Adaptive Teams atau bisa disebut dengan Penyesuaian Tim. Struktur ini diperuntukan untuk melayani 2 kebutuhan, yaitu:

1. Keinginan organisasi untuk meningkatkan kualitas program

2. Memenuhi kebutuhan sosial/ psikologi dari setiap anggota programmer dalam team.





Gambar 2 Struktur organisasi adaptive team



Perbedaan dari struktur ini dengan struktur sebelumnya adalah:

1. Adaptive team tidak punya tigkat otoritas, dimana kepemimpinan dalam team ada di tangan para anggota.

2. Dalam Adaptive team, tugas diberikan pada anggota dari team daripada ditentukan lewat posisi.

3. Adaptive team tidak mempunyai aturan formal librarian (penyedia data) dalam mengkoordinasikan fungsi team.

3. Controlled-Decentralized Teams

Struktur ini mempunyai junior programmer yang akan melaporkan hasil program pada senior programmer, kemudian oleh senior programmer dilaporkan juga pada ketua proyek.

Tabel 2 Keuntungan & Kerugian Controlled-Decentralized Teams

Keuntungan
dapat memecahkan masalah yang kompleks, dimana struktur dari grup ini akan memfasillitasi pemecahan masalah.
Kerugian
strukur ini tidak bisa bekerja dengan baik apabila tugas dari programmer tersebut tidak bisa di bagi-bagi, dan dengan waktu deadline yang sangat ketat.



Berikut ini adalah struktur organisasi dari Controlled-Decentralized Teams.








Gambar 3 Struktur organisasi Controlled-Decentralized Teams



Pengelolaan Kelompok Sistem Programming

Para programmer sering diklasifikasikan menurut aplikasi programmer atau sistem programmer. Dahulu, programmer membangun dan merawat program untuk system aplikasinya. Tetapi kini, membangun dan merawat sistem software. Seperti sistem operasi, sistem manajemen database, dan komunikasi software.

Mengontrol Masalah

Mengontrol sistem programmer adalah tugas yang berat, mereka biasanya memiliki keahlian yang tinggi dan sering bekerja sendiri atau ada di dalam grup yang kecil. Dengan menerapkan kontrol secara tradisional pada aktivitas mereka seperti pemisahan tugas, sangatlah sulit. Mereka biasanya bekerja pada situasi yang kritis.

Mengukur Sistem Kontrol

Meskipun sulit unuk mengontrol sistem programmer, beberapa hal ini dapat di implementasikan untuk mengontrolnya:

1. Pekerjakan staf sistem programming yang mempunyai kualitas yang tinggi.

2. Pisahkan tugas seluas mungkin, contohnya tanggung jawab untuk desain dan coding sistem program dipisah dari tanggung jawab untuk uji coba program.

3. Buat metode dokumen standar

4. Batasi wewenang sistem programmer, jadi seorang programmer hanya bekerja sesuai dengan aplikasi yang dikuasainya.

5. Jauhkan prosedur petunjuk manual dan kunci mesin dari aktivitas sistem programmer. Hal ini dimaksudkan agar aktivitas yang tidak diinginkan / sesuai dengan tugasnya tidak terjadi.

6. Pekerjakan konsulan dari luar untuk mengevaluasi pekerjaan programming.

7. Perintahkan programmer aplikasi untuk mengevaluasi pekerjaan sistem programmer secara berkala agar dapat dihasilkan program yang berkualitas.



Sumber :



Pretest Manajemen Kontrol Programming


Pembuatan dan pengembangan program adalah merupakan tahap penting dalam siklus hidup pengembangan sistem. Tujuan utama tahap ini adalah untuk menghasilkan dan menenerapkan program yang berkualitas. Terdapat 5 tahapan pengembangan program, sebut dan jelaskan, dan tuliskan juga tugas/keterlibatan auditor pada masing-masing tahap.

Jawab:

5 Tahapan Pengembangan Program


Dalam Pembuatan dan pengembangan program merupakan tahap penting dalam siklus hidup pengembangan sistem. Tujuan utama tahap ini adalah untuk menghasilkan dan menenerapkan program yang berkualitas. Terdapat 5 tahapan untuk pengembangan program, diantaranya :



1. Perencanaan (planning)

Ada 5 teknik perencanaan yang harus dimanfaatkan oleh manajemen untuk perencanaan biaya yang dibuat oleh Boehm pada tahun 1984, diantaranya :



1. Algorithmic Models (Model Algoritma)

Model ini akan memperkirakan jumlah sumber daya yang dibutuhkan berdasar pada faktor biaya, sebagai contoh memperkirakan jumlah instruksi yang harus di ketik (di tulis), bahasa pemrograman yang digunakan, dan perubahan pada permintaan kebutuhan. Dengan menggunakan model COCOMO (Boehm’s (1981)).

2. Expert Judgement

Seorang ahli dapat memperkirakan kebutuhan sumber daya yang diperlukan dalam proyek atau pembuatan program. Menurut penelitian Vicinanza et el’s (1991), seorang ahli dapat menjadi pembuat perkiraan yang lebih baik untuk menentukan sumber daya jika dibanding dengan model algoritma.

3. Analogy (Analogi)

Jika proyek software yang sama pernah dibuat, penentuan sumber daya yang dibutuhkan dapat di dasarkan pada pengalaman sebelumnya.

4. Top-Down Estimation (Perkiraan atas-bawah)

Proyek di pecah kedalam beberapa tugas (pekerjaan), dan penentuan sumber daya yang dibutuhkan oleh setiap tugas tersebut baru dibuat.

5. Bottom-Up Estimation (Perkiraan bawah-atas)

Jika tugas-tugas sudah di buat terlebihdahulu, kebutuhan sumber daya untuk masing-masing dapat diperkirakan dan disatukan atau dikumpulkan untuk keperluan seluruh kebutuhan proyek.



   Dari penjelasan tentang perencanaan diatas, lalu apakah tugas/keterlibatan para auditor pada tahapan perencanaan ini ?.

         Tugas para auditor pada tahapan perencanaan ialah untuk memperkirakan kebutuhan besarnya sumber daya (khususnya jam kerja) yang dibutuhkan dalam pengembangan, pengadaan, dan penerapan software. Sebagai contoh, software yang  di buat di rumah (in house), manajemen harus berusaha untuk memperkirakan berapa jumlah baris kode (program) yang di ketik atau banyaknya fungsi yang di buat.

            Selain memperkirakan kebutuhan sumber daya, manajemen juga harus memutuskan tujuan dari keputusan penting yang dibuat selama fase perencanaan seperti :



Tabel 1 keputusan dalam fase perencanaan





    Pengendalian (Control)

Pada tahap kontrol ini, ada dua tujuan utama yaitu :

1. Untuk memonitor kemajuan dan beberapa tahap pada siklus hidup s/w agar tidak bertentangan dengan rencana awal.

2. Mengontrol tugas pengembangan, pengadaan dan implementasi s/w, agar s/w dapat di produksi secara autentik, akurat dan lengkap.

Untuk memonitor agar kontrol tidak bertentangan dengan rencana awal, beberapa teknik dapat digunakan seperti :

a. Work Breakdown Structures (WBS)

Teknik ini dapat mengidentifikasi tugas-tugas yang spesifik untuk pengembangan, pengadaan, dan implementasi s/w yang dibutuhkan.

b. Gantt Chart

Teknik ini dapat digunakan untuk membantu mengatur tugas (schedule).

c. Program Evaluation and review technique (PERT)

Menunjukan tugas-tugas yang harus diselesaikan, bagaimana hubungannya, kebutuhan sumber daya apa untuk setiap tugastugasnya.



       Tugas dari seorang auditor yaitu harus mempunyai perhatian khusus pada kendali dan tahap kontrol ini. Yang harus diberikan perhatian khusus yaitu auditor diharuskan dapat mengevaluasi apakah fungsi dari aktivitas kontrol dapat diterapkan juga pada software yang berbeda. Hal kedua yang harus diberikan perhatian khusus oleh auditor harus dapat mengumpulkan bukti apakah prosedur dari suatu kontrol sudah dijalankan dengan benar dan dapat dipercaya.



2. Perancangan (Design)

       Pada tahapan perancangan, seorang programmer bertugas untuk menspesifikasikan struktur dan operasi dari program untuk menemukan artikulasi yang dibutuhkan selama tahap proses informasi sistem desain dari pengembangan sistem.

       Pada tahapan perancangan ini, perhatian utama seorang auditor adalah untuk menentukan apakah programmer menggunakan suatu tipe khusus dari pendekatan sistematik untuk desain. Auditor harus mengubah keinginannya berdasarkan beberapa faktor seperti ukuran dan bahan dari suatu program. Seorang auditor juga dapat memperoleh bukti dari proses desain dengan melakukan interview, observasi, dan review dari dokumentasi. Mereka dapat berkomunikasi dengan programmer, apakah mereka dapat memahami tentang kebutuhan dengan menggunakan pendekatan yang sistematik untuk desain, jika ya, bagaimana menggunakannya. Auditor juga dapat mengamati apakah programmer menggunakan pendekatan sistematik untuk mendesain program. Mereka juga dapat meninjau dokumentasi program, apakah memiliki struktur chart sebagai bukti programmer menggunakan pendekatan yang sistematik untuk mendesain.



3. Pengkodean (Coding)

Pada tahapan pengkodean atau biasa disebut dengan koding, adalah menuliskan program (software) yang akan dibuat atau dimodifikasi. Selama tahap ini, programmer akan menulis dan mendokumentasikan source code (program sumber) dalam bahasa pemrograman untuk mengimplementasikan desain program.

Strategi Implementasi modul dan integrasi

Tiga strategi utama dari implementasi modul dan integrasi adalah sbb :



1. Top-Down

Strategi ini digunakan jika, modul level atas (high-level modules) dibuat (coding), di test, dan diintegrasikan sebelum modul level bawah (low-level modules).  Keuntungannya adalah kesalahan pada modul level atas dapat teridentifikasi lebih dini, kerugiannya adalah pada saat uji coba program akan menemui kesulitan ketika modul level bawah menemukan kesalahan fungsi input-output yang sangat sulit.

2. Bottom up

Strategi ini digunakan jika, modul level bawah di buat (coding), di test, dan diintegrasikan sebelum modul level atas di buat. Keuntungannya adalah modul level rendah yang merupakan operasi yang paling sulit di implementasikan dan diuji terlebih dahulu. Kerugiannya adalah pendekatan ini sangat sulit untuk di teliti seluruh operasinya, sebelum programnya selesai dibuat.

3. Threads (rangkaian / untaian)

Strategi ini digunakan jika, keputusan dibuat terlebih dahulu untuk fungsi program yang akan dibuat, kemudian modul yang akan mendukungnya baru dibuat dan kemudian diimplementasikan untuk menghasilkan fungsi yang penting. Keuntungannya adalah fungsi yang paling penting di implementasikan terlebih dahulu. Kerugiannya adalah integrasi dari modul yang  berikutnya mungkin akan lebih sulit, jika dibandingkan dengan pendekatan top-down atau bottom-up.



Auditor perlu mencari bukti yang benar dengan cara uji coba oleh manajemen program dalam memilih strategi implementasi modul dan integrasi. Khususnya pada program yang besar, penggunaan strategi yang salah (jelek) dapat mengakibatkan program yang dihasilkan menjadi kurang berkualitas.

Auditor dapat melakukan wawancara untuk menguji apakah manajemen menggunakan pendekatan sistematik untuk memilih strategi implementasi modul dan integrasi. Mereka juga dapat menguji dokumentasi program untuk memperoleh bukti tipe strategi yang telah di adopsi (di pilih).

Strategi Coding

Menurut konvensi (kesepakatan) program terstruktur, terdapat tiga dasar struktur utama dalam struktur kontrol yaitu :

1. Urutan sederhana (simple sequence - SEQUENCE)

2. Pemilihan dengan seleksi (selection based on a test – IF-THEN-ELSE)

3. Pengulangan kondisi (conditional repetition-DO WHILE)

   Auditor dapat mencari bukti untuk memastikan apakah manajemen programming di jamin di buat oleh programmer mengikuti struktur programming yang telah di sepakati. Mereka dapat melakukan wawancara dengan manager atau programmer tentang tugas dan cara yang dilakukannya dalam membuat program.

   Auditor juga dapat mengecek apakah programmer dalam membuat programnya menyediakan fasilitas otomatis sebagai alat bantu untuk mereka.

Strategi Dokumentasi

Pedoman untuk menghasilkan dokumentasi yang berkualiatas adalah sbb :

1. Sediakan petunjuk yang menunjukan proes pembuatan program ke dalam beberapa tahap dan komponen secara keseluruhan dan hubungan antara komponen-komponen tersebut.

2. Gunakan baris komentar dalam program secara bebas untuk menerangkan jalannya (logika)program.

3. Beri nama untuk variabel, konstanta tipe, paragraf, modul, dan seksi yang berarti kepada parapembaca source-code program.

4. Buat lay-out dari source-program sehingga mudah untuk dibaca.

5. Kelompokan tipe kode yang saling berhubungan.



4. Pengujian (Testing)

 Proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkan (defect / error / bugs) dan mengevaluasi fitur-fitur dari entitas software (standar IEEE1059). Testing akan melakukan Verifikasi, Deteksi Error, Validasi.

Verifikasi adalah pengecekan atau pengetesan entitas-entitas, termasuk software, untuk pemenuhan dan konsistensi dengan melakukan evaluasi hasil terhadap kebutuhan yang telah ditetapkan.

Validasi melihat kebenaran sistem, apakah proses yang telah ditulis dalam spesifikasi adalah apa yang sebenarnya diinginkan atau dibutuhkan oleh pengguna.

Deteksi error: Testing seharusnya berorientasi untuk membuat kesalahan secara intensif, untuk menentukan apakah suatu hal tersebut terjadi bilamana tidak seharusnya terjadi atau suatu hal tersebut tidak terjadi dimana seharusnya mereka ada.

Manfaat Testing

         Meningkatkan kepercayaan, tingkat resiko yang dapat diterima

         Menyediakan informasi untuk deteksi error secara dini

         Menyediakan informasi yang dapat mencegah terjadinya error

         Mencari error dan kelemahan sistem

         Mencari sejauh apa kemampuan dari sistem

         Menyediakan informasi untuk kualitas produk software



5. Pengoperasian dan Pemeliharaan (Operation and Maintenance)

Dalam sudut pandang Sistem Audit, perhatian utama pada operasional program adalah bagaimana performance program tersebut dapat dimonitor setiap saat. Seseorang harus bertanggung jawab untuk mengidentifikasi apabila program perlu perawatan, kemungkinan lain adalah identifikasi dari kebutuhan perawatan mungkin tidak terjadi. Akibatnya, bisa terjadi kekeliruan pada database program, kegagalan dalam pencapaian keinginan user, atau operasi program tidak efisien. Mekanisme formal dalam monitoring status operasional program sangat diperlukan, ketika pengguna dari program adalah seluruh anggota organisasi yang terdiri dari berbagai macam latar belakang.

Ada 3 macam tipe dari perawatan (maintenance) yang diperlukan agar program tetap beroperasi:

1. Repair-maintenance-errors, perawatan dengan cara memperbaiki kesalahan.

2. Adaptive maintenance-users needs, perawatan dengan mengadaptasi pada keinginan user.

3. Perfective maintenance, perawatan dengan maksud agar diperoleh program yang sempurna.





Sumber :





Posttest Gambaran Pemeriksaan SI


Sebutkan 4 saja dari 7 dan jelaskan mengapa dibutuhkan pengendalian dan audit komputer.
Jawab :

1. Pencegahan terhadap biaya organisasi untuk data yang hilang

Kehilangan data dapat terjadi karena ketidakmampuan pengendalian terhadap pemakaian komputer. Kelalaian dengan tidak menyediakan backup yang memadai terhadap file data, sehingga kehilangan file dapat terjadi karena program komputer yang rusak, adanya sabotase, atau kerusakan normal yang membuat file tersebut tidak dapat diperbaiki sehingga akhirnya membuat kelanjutan operasional organisasi menjadi terganggu.

2. Pengambilan keputusan yang tidak sesuai

Membuat keputusan yang berkualitas tergantung pada kualitas data yang akurat dan kualitas dari proses pengambilan keputusan itu sendiri. Pentingnya data yang akurat bergantung kepada jenis keputusan yang akan dibuat oleh orang – orang yang berkepentingan di suatu organisasi.

3. Penyalahgunaan komputer

Penyalahgunaan komputer memberikan pengaruh kuat terhadap pengembangan EDP audit maka untuk dapat memahami EDP audit diperlukan pemahaman yang baik terhadap beberapa kasus penyalahgunaan komputer yang pernah terjadi.

4. Nilai dari perangkat keras komputer, perangkat lunak dan personel

Disamping data, hardware dan software serta personel komputer juga merupakan sumber daya yang kritikal bagi suatu organisasi, walaupun investasi hardware perusahaan sudah dilindungi oleh asuransi, tetapi kehilangan hardware baik terjadi karena kesengajaan maupun ketidaksengajaan dapat mengakibatkan gangguan. Jika software rusak akan mengganggu jalannya operasional dan bila software dicuri maka informasi yang rahasia dapat dijual kepada kompetitor. Personel adalah sumber daya yang paling berharga, mereka harus dididik dengan baik agar menjadi tenaga handal dibidang komputer yang profesional.

Pretest Gambaran Pemeriksaan SI


Jelaskan yang dimaksud dengan Audit Sistem Informasi.

·         Audit sistem informasi atau Information System Audit disebut juga EDP Audit (Electronc Data Processing Audit) / Computer audit merupakan suatu proses dikumpulkannya data dan dievakuasinya butki untuk menetapkan apakah suatu sistem aplikasi komputerisasi sudah diterapkan dan menerapkan sistem pengendalian, internal yang sudah sepadan, seluruh aktiva dilindungi dengan baik atau disalahgunakan dan juga terjamin integrita data, keandalan dan juga efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan informasi berbasis komputer.

Pengertian Audit Sistem Informasi Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah definisi dari audit sistem informasi menurut ahlinya.

·         Alvin A. Arens dan James K. Loebbecke

Pengertian audit sistem informasi menurut Alvin A. Arens dan James K. Loebbecke adalah auditing is the accumolation and evaluation of evidence about information to determite and report on the degree of correspondence between the information and establishe criteria. Examining ought to be finished by a skillfull autonomous individual.

·         Ron Weber (1999)

Pengertian audit sistem informasi menurut Ron Weber adalah System information auditing is the process of collecting and evaluating evidence to determite whether a computer system safeguards assets, maintains data integrity, allows organizational goals to the achived effectively and uses resources efficiently. Artinya Audit sistem informasi adalah proses mengumpulkan dan mengavaluasi fakta untuk memutuskan apakah sistem komputer yang merupakan aset perusahaan terlindungi, integritas data terpelihara, sesuai dengan tujuan organisasi untuk mencapai efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.

Posttest COBIT


Adakah tools lain untuk melakukan audit TI (Teknologi Informasi)? Jika ada sebutkan.

 

Jawab :

IT Audit Tools (Software)

Tool-tool yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan Audit Teknologi Informasi. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan tool-tool tersebut memang sangat membantu Auditor Teknologi Informasi dalam menjalankan profesinya, baik dari sisi kecepatan maupun akurasinya.

Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasi

a. ACL

ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.

ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.



b. Picalo

Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.

Berikut ini beberapa kegunaannya :

· Menganalisis data keungan, data karyawan

· Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam databse

· Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login

· Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database

· Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi.



c. Powertech Compliance Assessment

Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.

d. Nipper 

Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur. 

e. Nessus

Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan 

f. Metasploit

Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mencari celah keamanan. 

g. NMAP

NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer, pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk menggenerasikan dan merespon (NPING) 

h. Wireshark

Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.


- Copyright © Coretan Mahasiswi - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -